Feb 7
Entah ini akhir atau awal
Dari perjalanan yang berlangsung masa.
Entah ini kiri atau kanan
Dari gambaran sudut perjuangan
Yang aku tahu ini gelap
Malam ditebar serbukan putih bersinar
Namun kujalani
Kusenyumi dan kuelusi
Perjuangan, kebersamaan dan keberakhiran.
Untuk itu aku harap keyakinan
Dari kalian semua yang masih berjuang.
Jan 22
Tanganku kelu
bagaikan layu
Bagaikan tersihir ,terendam lemas
saat masaku berlalu indah
dan tangisku kelu
bagai keluh tenggelam, hanyut dalam ombak dalam keheningan
sederhana seperti langit biru terang
apa besok lagi kan kelu?
Sementara matahari masih bersinar, meyakinkan terang, walau panas menyengat
dan aku kelu.
Dec 22
Entah kapan aku terbuai jaman. Mengikuti aliran waktu bagai air terusik deru angin barat yang menghembus ombak laut selatan. Tertinggal dan terbelok ku terpecah. Meniti langit yang biru namun berawan kabut gelap tanda air bah kan datang. Apa ini akhir dari kedamaian? Menanti air berubah jadi emas, berharap api menjadi air.
Mengapa banyak kesulitan terhampar saat niat baik yang jadi ketidaksamaan? Hubungan terlalu rumit untuk dihampar dan aku terbuai lelah di pinggiran pantai. Selamatkan aku, Tuhan.
Dec 16
Untuk keyakinan
Sorban hitam gelap menutup kepala
Diam gelap temaram meyakinkan jiwa
Apa yang kau tunggu untuk lari dari sana?
Tidakkah jiwa tlah memutuskan bahwa salah adalah sama
Dengan yang kau yakini satu untuk selamanya
Larilah engkau dari keyakinan
Untuk kebenaran kenyamanan lemah
Dan untuk hari esok yang lebih terang menyinarimu
kawan.
Kadang meyakini sesuatu berarti melarikan diri dari penerimaan dan tak mengindahkan penyesalan. Ah, sejak kapan blog ini jadi tempat buat gw bikin puisi?
Dec 15
Mencari tenang di pelupuk mata hari
Menunda hati menutup jiwa akan kesadaran diri
Aku tahu salah hanya menindas moral dan merundung mendung jiwa ini
Dan aku takut senyum tak akan muncul seperti lambang pagi hari.
apa rumit gelap nyanyi dan teriak otak di belakang nanarku?
buram mata ditutup beban
Dan aku lelah, meminta esok jangan lagi seberat ini tuhan.